A friend of mine randomly asked me the “20 facts” thing on instagram about me. But none of my friends played it (for now) and i think i’m too shy to put it on my instagram. So here it goes…
1. I often use dismacthed socks, terutama kalau ke sekolah
2. I rarely use high-heels, prefer sneakers or boots ftw
3. Having peanut butter as the jam of my bread every morning
4. Dougie Mandagi and The Temper Trap are my Einstein(s)
5. I only wash my face once everyday, where it leads to “anak cewe kok jorok begini?”
6. My mom wants me to be bald, she said that my hair would grow better than now. Yes, i have this hair-fall probelm
7. You are okay until i see you buang sampah dan ludah sembarangan. So uncool
8. My body hair is in excess, but i don’t really mind tho
9. My fingers are longer than most of my friends’
10. Pouring thoughts into words is a bliss when i find it’s hard to talk
11. Being in the middle of greens is a great escape. Don’t you just tired being in the middle of traffic and buildings?
12. Menurut gue, orang-orang yang menghargai seni dan punya nilai seni yang tinggi itu sangat menarik
13. Watching National Geographic is way more interesting than Disney Channel
14. I don’t eat bubur unless it’s bubur cikini (atau lagi sakit dan dirawat di rumah sakit where i am forced to eat bubur)
15. I’m not scared of cocroach and other animals that don’t have the potential to kill me (re: snakes, snakes, and snakes)
16. Have to stop wasting a lot of money, literally
17. I chew chewing gums a lot
18. Dislike horror movies, ghost house, and other things in particular
19. Having this hyper-reaction when i lose my eraser “PENGHAPUS GUE DIMANA?!” “BALIKIN PENGHAPUS GUE!” Then i won’t stop looking for it until i find it
20. Nggak bisa dan nggak suka pake flatshoes! Nggak bisa : selalu lecet, it’s hurting my feet. Nggak suka : bentuknya aneh, ketutup enggak, kebuka juga enggak, setengah-setengah

thelastbrontosaurus
So you’re always honest,” I said.
“Aren’t you?”
“No,” I told him. “I’m not.”
“Well, that’s good to know, I guess.”
“I’m not saying I’m a liar,” I told him. He raised his eyebrows. “That’s not how I meant it, anyways.”
“How’d you mean it, then?”
“I just…I don’t always say what I feel.”
“Why not?”
“Because the truth sometimes hurts,” I said.
“Yeah,” he said. “So do lies, though.
Sarah Dessen, Just Listen (via kushandwizdom)

Mulai tenang dari hati
Keangkuhan yang pergi

Pernahkah kau lihat
Dia diam disana sendiri?

Warna dan sinarnya
‘kan biaskan, biaskan, oh biaskan

Derau dan kesalahan dan penat

Menetap hatimu

The Trees and The Wild, Derau dan Kesalahan
29-9-2014, 22:20

C a p e k
Habis TO INTEN yang ternyata susah banget dan gue nggak ada usaha nyontek (iya, nyontek itu usaha). Niatnya pas hari Sabtu malem dan Minggu pagi mau belajar, but nggak sempet dan nggak bisa. YOU SHOULD KNOW WHY! Ya nggak harus juga sih but you will know why if you keep reading this, jadi close tab aja kalo nggak mau tau.

Okay so here it goes…. Malem Minggu kemarin, 27-9-2014, gue ke Sweet 17th Kanina di Sailendra JW Mariott. Tadinya mau naik taxi, my driver was having his day off on weekend while both of my parents were oversea and will be back on Monday, but then gue mikir ‘ini ada mobil nganggur, kenapa nggak dipake aja? Toh gue gaperlu keluar uang taxi’. Sebenarnya lumayan nekat juga sih, karena biasanya gue bawa veloz yang kayak kaleng kerupuk itu dan sekarang veloz lagi di bengkel, tersisa lah crv. Gue udah lumayan sering bawa crv, tapi selalu sama Pak **** dan gue nggak pernah parkir mundur mobil itu. Akhirnya gue pun nekat bawa. All was fine, jalan dari rumah, jemput Anes dan Dzaky di Kokas, then sampe di basement parkiran JW Mariott -yang gue sesali kenapa gue nggak vallet aja huhu. Ada satu spot kosong, ada di deket perempatan, gue udah mulai deg-degan tuh ‘ini gimana cara parkirnya depan kiri kanan mobil semua….’. Gue pun ambil ancang-ancang dari kanan then gue bilang ke Dzaky buat turun bantuin parkir. Then came this tukang parkir yang gue harap nggak pernah muncul that night. Karena udah ada tukang parkir, which supposed to have many experiences dalam hal parkir mobil, gue bilang Dzaky gausah turun. Mulai berkoar dah nih tukang parkir ‘mundur’ ‘kiri’ ‘kanan’ blablabla, he gave me a different ancang-ancang to park, dari depan, ya karena gue percaya jadi gue ngikut aja. Di kiri gue ada livina lagi parkir, dan gue harus melewati livina itu pas mundur karena tempat parkirnya ada di seberang livina. Pas lagi mundur, tukang parkir keep saying “terus, terus mundur” *posisi gue ada di kanan livina dan lagi mundur serong kiri* first bagian belakang mobil udah melewati livina, then tiba2 DUGH *or DUKH or DUG whatev* gue langsung nengok kiri dan melihat mobil livina itu goyang. Jeng jeng. I was trembling from the head to toes. Gue udah panik, belom banget, untungnya Dzaky dan Anes nggak ikutan panik. Dzaky langsung turun duluan buat liat itu penyok atau enggak, dan….you know the answer, don’t you? UNTUNGNYA MOBIL GUE NGGAK KENAPA-KENAPA! Gue langsung benerin posisi mobil gue untuk minggir biar nggak ngehalangin jalan, dan langsung turun. Orang yang punya mobil udah berdiri doang di depan mobil sambil liatin gue “itu cara parkirnya salah harusnya ambil dari kanan bukan dari depan” gue pun panik banget. Karena ternyata posisi mobil gue masih ngehalangin jalan, jadi gue harus parkir beneran. I was so lucky to have Anes dan Dzaky that night, mereka berusaha banget bikin gue tenang dan coba nanya ke bapaknya tentang asuransi mobil meanwhile gue parkir mobil. IYA GUE PARKIR MOBIL DI SPOT TADI, PAKE ANCANG-ANCANG AWAL GUE, DAN PARKIR DENGAN MULUS. OH well, tukang parkir yang tadi udah gone sejak livina nya kesenggol dan gue parkir dibantu supir-supir yang ada disitu. Setelah matiin mesin mobil, gue turun dan bicara dengan bapak itu. Ya pembicaraannya membosankan dan nggak usah dijelaskan. Intinya dia mau mobilnya balik seperti awal dan nggak mau dibenerin di ketok magic. Rumah bapak itu di Bogor. Kita janjian untuk ke bengkel bareng-bareng jam 10 hari Minggu because gue ada ulang tahun Kanina, therefore i gave my ID to him sebagai jaminan gue nggak kabur. Everyone told me to be selo dan nggak panik because the damage was not so bad, it would only cost 500-700 idr. But then i told them orang itu nggak mau di ketok magic karena katanya orang bengkel lebih ngerti dan ketok magic itu buat angkot :)) Sekitar jam 11 malem after the party, gue coba cari tahu bengkel yang murah dan buka Hari Minggu. Teman-teman gue told me to go to bengkel di Kemayoran or Tebet.

Hari Minggu jam setengah 8 pagi, tuh orang udah ngeline dan telpon hp gue. Katanya dia udah dapet bengkel di Matraman, harganya 1 juta. FVCKING 1 JUTA! Gue pun suruh dia sabar dulu biar gue cek bengkel di Tebet harganya berapa, buat perbandingan harga. Setelah gue anter Cilla Raja ke gereja jam 8, gue pun ke Tebet. Sekitar jam setengah 9 dia telpon gue, he said that he was in a hurry for an appoinment on 12 pm. Untung bapak-bapaknya lumayan baik, dia bantu nawar jadi cuman 600 idr. Lumayan banget. Setelah ambil uang di atm, gue pun ke arah Matraman. Awalnya dia bilang bengkelnya ada di jalan seberang TNI dan Gramedia, which is yang menuju Slamet Riyadi. Gue telusurin pelan-pelan tapi nggak ada bengkel yang buka, cuman ada shop&drive. Pas gue telpon dia bilang ambil arah Atrium Senen, gue pun muter balik di lampu merah Slamet Riyadi, gue coba telusurin jalan pelan-pelan, nggak ada juga bengkel yang buka. Anes pun telpon tuh bapak, dan dia bilang di seberang gedung pertamina. Nah yaudah gue jadi muter balik lagi di lampu merah Matraman. Pas di depan Restoran Padang arah menuju Slamet Riyadi, dia bilang masih lurus lagi, but there was no fucking bengkel along the road. Akhirnya gue muter balik lagi ke arah Atrium Senen. Gue pun telpon lagi, coba nanya “Pak, pas lampu merah Matraman lurus nggak ke arah Salemba?” Terus dia bilang “lampu merah Matraman muter balik, kalo dari arah Pemuda Pramuka itu belok kiri” Iya, gue muter berkali-kali di Matraman kayak orang bego sampe setengah jam lebih. The problem is, setiap kita nanya, directionnya beda-beda terus. Anes pun mencoba minta tuh bapak send location dia through line, pas locationnya udah masuk “haah tau gitu kayak gini aja daritadi” tapi pas dibuka di google maps……..KOK CIKEAS BOGOR?!?! Wah ngelawak dia. Akhirnya di telepon terakhir gue minta patokan yang besar, dia bilang gedung pertamina yang disamping polres, bapak itu bilang dia lagi berdiri di depan gedung pertamina. Nah masalahnya daritadi di Matraman ngelewatin gedung PDSI Pertamina nggak ada tuh bapak. Udah turun naik mobil buat nanya orang, semua orang bilang di Matraman cuman ada gedung PDSI Pertamina yang dekat lampu merah Slamet Riyadi dan Polres yang dekat lampu merah Matraman, which is dari ujung jalan ke ujung jalan, nggak samping-sampingan sama sekali. Karena dia terus-terusan bilang ke arah Atrium akhirnya gue coba ke Salemba, kayaknya nih bapak orang Bogor tulen nggak ngerti jalan di Jakarta sama sekali. Pas di Salemba gue tanya orang dimana letak polres dan gedung pertamina, ternyata itu masih lurus lagi setelah lampu merah ketiga belok kanan. Dan ternyata benar, gedung polres dan pertamina itu ada, bapak itu juga ada. IT WAS JALAN KRAMAT SENTIONG, BUKAN JALAN MATRAMAN. Bahkan itu masih lumayan jauh dari Matraman. Sampai depan gedung Pertamina dan Polres pun gue parkir mobil, terus kita nyebrang. Lah kocak banget kenapa nih orang ngasih arah bukan ke bengkelnya tapi malah ke seberang bengkel? Yaudah lah ya, suka-suka dia deh. Pas udah nyebrang gue coba liat-liat dimana bengkelnya tapi nggak ada, dan mobil dia terparkir rapih di trotoar. Yes, it was not a bengkel. ITU KETOK MAGIC! K-E-T-O-K M-A-G-I-C. I wasn’t deaf enough that night when he said “Saya nggak mau di ketok magic”. Padahal yang di Tebet beneran bengkel, dan ga nyampe 600 idr. Lah ini ketok magic nyampe 600 idr!? But then i was reliefed. Untung bapak ini baik, meskipun rada nggak jelas. Salah gue juga lagian bukan salah dia. Pas banget pas gue dateng mobilnya udah selesai, so i paid the bill then he returned my ID to me.

By the end of the day, i got so much thoughts in my mind :
1. “Don’t push your luck”. It means that kejadian-kejadian yang dianggap “hampir kena sial”, which is your lucks, nggak selamanya terjadi, sometimes lo bisa sial beneran. Analogi nya gini, lo main-main di atas pohon, udah dibilangin supaya nggak main di situ, tapi tetep aja. Sekali, lo hampir jatoh, tapi berhasil pegangan. Kedua, lo hampir jatoh, tapi nggak jadi juga. Eh yang ketiga kali malah jatoh beneran. Kejadian dimana lo hampir jatoh tapi nggak jadi, menjadi kebanggaan lo karena lo merasa lo bakal fine-fine aja. Padahal sebenarnya kejadian itu buat ingetin lo kalo lo emang beneran bisa jatoh. Terus setelah gue pikir-pikir, apa iya kejadian gue nyenggol livina itu masih termasuk my luck karena mobil gue ga kenapa-napa. Gimana kalo itu peringatan terakhir dan besok-besok malah mobil gue ikutan penyok? Apa gue harus berhenti nyetir dulu sekarang?
2. Gue mikir lagi, terus kalo gue berhenti, kapan gue bisa lancarnya? Kalo belom apa-apa udah mundur, kapan jadi apa-apanya? Awal dari segala sesuatu itu emang nggak gampang kan? Selalu ada proses yang harus dilewatin.

2.45 a.m.

I should stop having this unhealthy-obsession with caffeine

Ternyata terkadang hal-hal yang kita harap terjadi, merupakan hal-hal yang sebaiknya tidak pernah terjadi. Siklus itu terus berjalan. Rindu disaat jauh, namun hanya amarah yang ada ketika dekat. Semua orang lelah, semua orang ingin dimengerti, namun semua orang sulit untuk mengerti. Dan disinilah aku, seorang pengamat yang terlalu lelah untuk minta dimengerti. Hanya bisa membisu dan mencoba mengerti. Yang tua merasa telah memberikan segalanya. Yang muda merasa terlalu dini untuk melaluinya. Lalu mulut ini harus berbicara kepada siapa? Kepada yang tua tentu akan diikuti dengan berbagai ungkapan lelah dan tuntutan untuk berbuat lebih. Sedangkan yang muda senang sekali berbicara sesuka hati tanpa memikirkan perasaan orang lain.

Yang jauh disana, sedang berjuang sekuat tenaga, diikuti untaian kata maaf yang tentunya akan dimaafkan. Tidak, dia tidak salah. Setidaknya itu yang ingin aku yakini. Pergumulan dalam hati untuk menghilangkan rasa kesal akan kenyataan dan berusaha untuk lebih menerima. Entah dengan dua manusia lainnya, melihat mereka menjadi kepribadian yang lebih pahit ternyata cukup menyakitkan. Dan lebih menyakitkan ketika usaha untuk membangun sebuah hubungan yang baik tidak jarang dibalas dengan untaian kata egoisme. Tidak bisa menyalahkan perubahan diri mereka, karena hati ini juga merasakan hal yang sama. Jadi lebih baik diam saja. Namun pada saat yang sama, si tua berharap lebih dari diri ini atas tanggung jawab untuk membimbing yang muda. Tuntutan hidup dan masa depan pun tidak pernah berhenti, mengkuras habis semua yang ada. Tidak jarang yang tersisa hanya rasa lelah yang menumpuk di ujung hari.

Berpengharapan kepada-Nya dan hari esok adalah usaha terbaik. Terlalu lelah untuk menyesali kemarin dan memikirkan hari ini.

Missing the old days. Some texts and photos mean too much as if they can speak to you, telling you the things you should and shouldn’t have done, waking you up from the ambition of getting nowhere, listing the things that you have wasted.

P.S: The ambiguity of people gestures may lead to a temporary brain damaged.

The time when i finally realize that the old days were not so bad at all, is the time when everything has already changed.

Waktu berputar dan hari berlalu. Kesibukan yang seharusnya menghilangkan diri ini dari kenyataan, ternyata hanya membawa pada kesadaran yang utuh di ujung hari. Rasa lelah yang berlipat ganda ternyata hanya mempersulit kedua mata ini untuk terpejam. Jiwa-jiwa lain di bawah atap ini entah mengapa sepertinya juga melakukan hal yang sama. Satu per satu mencari kesibukan yang lebih banyak dari biasanya. Atas dasar yang sama, kah? Rasa lelah yang tak jarang berujung pada amarah, dari satu mulut ke mulut lainnya. Salah siapa, kah? Rumah ini kosong, dihiasi oleh celotehan dan berbagai bentuk ekspresi atas rasa lelah. Kesibukan yang kian bertambah merupakan pelarian dari sebuah kehampaan. Sampai kapan, kah? Bibir ini memiliki banyak keluh kesah, tapi apalah arti hidup seorang manusia tanpa tujuan dan harapan. Mengerti, menjadi seseorang yang penuh pengertian. Hanya itu kan yang bisa dilakukan. Tanpa tahu sebenarnya orang lain mengerti atau tidak.

Sometimes i want to runaway, to the highest mountain or to the bottom of the sea, escape from everything.

I miss how we live in this house back then, maybe we can go to the church together again? I miss us. I just want everyone to go back home.

soldier on, soldier on
keep your heart close to the ground
soldier on, soldier on
keep your heart close to the ground

don’t think about it all
just keep your head low
don’t think about it
at all


Don’t think about it all
Just keep your head low
Don’t think about it