When everything stumbles into a supermassive blackhole, you and yourself are the one who’s gonna through it all. Not your friends. Not your lovers. Not your brother or sister. Not anyone else.

Who’s to blame when you got a bitter heart in this bitter world?
It’s a bitter, bitter world.

soldier on, soldier on
keep your heart close to the ground
soldier on, soldier on
keep your heart close to the ground

don’t think about it all
just keep your head low
don’t think about it
at all


Don’t think about it all
Just keep your head low
Don’t think about it

Watching my brother being more bitter as the days are passing. It’s a bitter thing. But who’s to blame when you got a bitter heart in this bitter world?

Semua orang di dunia ini pasti hidup dengan masalah, itu hal yang mutlak. Terkadang kita berpikir masalah yang kita hadapi itu terlalu berat dibandingkan yang lain —> pernyataan ini adalah suatu pembenaran diri atas ketidakmampuan kita untuk menjadi orang yang lebih dewasa. Nggak sedikit orang di dunia ini yang dipaksa untuk menjadi lebih dewasa dibandingkan dengan orang lain di usianya. If you are one of them, don’t be so pissed. If you are in a condition dimana lo masih belom bisa menerima keadaan lo, you must be very pissed membaca hal-hal yang akan gue ungkap. When that storm hits you so hard to the lowest point of you (padahal didepan nanti bakal lebih banyak lowest point in your life), you might say that God is unfair. As i told you before, itu adalah ketika lo dipaksa untuk menjadi jauh lebih dewasa dibandingkan dengan anak-anak di usia lo. I’m not going to be so naive and say : bersyukurlah karena itu berarti Tuhan kasih lo kesempatan untuk lo belajar lebih cepat daripada yang lain. What i’m going to say is : jalanin aja. You never know how strong you are until your only choice is to be strong. Sebenarnya lo mampu kok. Analogi nya, kalo lo mau pulang dari Pondok Indah Mall ke rumah lo di Kelapa Gading tapi cuman bisa jalan kaki, lumayan jauh banget tuh. Kendaraan lain ga ada dan lo ga punya hp atau dompet, bahkan kenalan pun gada. Sebenernya lo tau kan dalam hati lo kalo lo sanggup, meskipun akan sangat capek dan memakan waktu yang lama. Mau ga mau lo harus pulang kan? Kalo lo nggak jalan terus masa iya jadi gembel di pinggir jalan? Hidup juga begitu kan, kita nggak cuman hidup untuk sekarang, tapi ada masa depan. Kalau belom apa-apa udah nyerah, ya ngapain hidup? Then the hardest part is selama lo jalan kaki pulang, pasti ada point dimana rasanya capek banget dan udah ga sanggup lagi. Itu ga salah kok, di saat seperti itu lo diperbolehkan untuk mengekspresikan diri lo, daripada diem doang tapi lama-lama jadi gila. Ga selamanya lo bisa menjadi orang yang tangguh, ada momen dimana you just want to cry your heart out. Tapi bukan berarti itu mengakhiri perjalanan lo, you need to get back on your feet. Keep moving, even the weather is so cold and your feet are shaking. Oh, a little escape is a must tho. It’s like giving yourself a present, from you, to you. Sometimes kebahagiaan diri kita itu didapat dari diri kita sendri, karena kalo kebahagiaan lo ada di orang lain, there will be times when that person simply let you down. Bukan karena kesalahan dia, tapi karena harapan lo sendiri. So just do what makes you happy. Tentara di medan perang aja butuh hiburan (HAHA) ya tapi itu cenderung ke hal yang negatif sih, do the positive things instead. Cheer yourself up, you deserve it.

It’s a long and windy road, but it’s better than no road at all.

It’s not because i don’t feel anything. When it comes to a point where the world gives you no choice, you can’t do anything but to be strong. Adel told me that “you’ll never know how strong you are until your only choice is being strong”, she read it from some random blog. And yes, it can’t be more true than that. I just have to live with it.